Yang harus di cek sebelum mudik lebaran

Libur Lebaran sudah di depan mata, maka artinya liburan pun semakin dekat. Oleh karena itu sebelum ada yang terlupakan oleh karena itu kami berikan tips sebagai berikut. Jika anda bepergian dengan mobil pribadi ada beberapa hal yang harus di cek untuk persiapan perjalanan jauh agar liburan kita tidak terganggu.

 

Kaki – kaki mobil

Bagian dari kaki – kaki roda mobil merupakan bagian penting yang harus kamu cek rutin. Tanpa disadari, bisa saja roda mobil kamu mengalami kerusakan kecil yang jika dibiarkan akan menjadi besar.

Yang dapat kamu cek dari roda mobil adalah spooring dan balancing, tie rod, long tie rod, ball joint, laher roda, dan shockbreaker. Setelan sudut keselarasan roda dengan permukaan jalan, atau kerap disebut spooring, bisa saja berubah. Kondisi ini akibat benturan permukaan jalan atau keausan ban.

Setelan roda ini memakai baut, jadi mudah bergeser. Kamu dapat mengeceknya dengan cara yang mudah, yaitu saat mobil berjalan di jalan yang lurus, tempatkan posisi setir lurus dan jalankan mobil dengan kecepatan sedang. Amati arah laju mobil, kalau arahnya tidak lurus, sebaiknya diperiksa ulang.

Jika ada kerusakan pada ban, pelek, tie rod, ball join atau lengan ayun, hasilnya tidak akan maksimal. Untuk pengecekan tie rod, caranya, dongkrak kedua atau salah satu roda depan di jalan rata. Gerakkanlah roda dengan cara memegang kedua sisi ban memakai tangan. Laluguncang-guncang dengan kuat ke depan dan ke belakang dan amati gejala yang muncul. Jika tie rod atau long tie rod sudah rusak, roda akan menjadi oblak. Bahkan kalau sudah parah, akan menimbulkan bunyi yang kuat. Kemudian pindahkan posisi pegangan tangan di sisi atas dan bawah ban lalu goyangkan lagi ke depan dan belakang. Jika roda menjadi oblak, kemungkinan besar ball joint harus diganti baru.

 

Ban dan pelek mobil

Untuk memeriksa kondisi dari permukaan ban mobil yang sudah mulai gundul atau dengan melihat batas toleransi yang tertera di dinding ban atau yang disebut Tire Wire Indicator (TWI)

TWI merupakan batas toleransi yang sudah ditetapkan oleh sang produsen ban. Meski terkadang diremehkan, tekanan angin juga berguna untuk kestabilan mobil saat dikendarai. Jika terlalu keras, cengkraman mobil berkurang. Sementara kalau kurang angin, konsumsi bahan bakar bisa boros. Umumnya, tekanan angin ban ada di kisaran 30-32 psi, atau bisa cek langsung berdasarkan stKamur dari mobil masing-masing. Biasanya terdapat ukuran tekanan angin berbentuk stiker yang tertempel di pintu mobil.

Memeriksa kondisi pelek. Pastikan tidak ada yang peang di bagian bibir pelek. Goyangan saat pelek bengkok berputar bisa membuat kendali mobil berubah menjadi liar. Terlebih saat dijalankan dengan kecepatan tinggi.

 

Lampu dan peralatan eksterior mobil

 

Periksa kembali fungsi dari wiper, klakson dan lampu mobil apakah ada yang tidak berfungsi. Pastikan juga spion mobil kita jika ada masalah buka dan pasanglah kembali sebelum perjalanan.

 

Rem Mobil

Pada beberapa jenis kendaraan ada yang sudah memakai sistem ABS atau Antilock Breaking System yang dapat memberitahu kondisi roda jika dia tidak berfungsi dengan baik, melalui sensor dan ditunjukan pada indikator yang menyala.

Namun untuk kendaraan yang tidak memiliki sistem ABS, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa fungsi rem sudah membutuhkan perawatan, yaitu:

– Kalau pedal rem diinjak, muncul getaran atau bunyi yang menunjukkan permukaan disk brake sudah tidak rata.

– Adanya bau hangus yang menunjukkan terjadinya kebocoran pada kaliper. Perawatan komponen rem mobil tentu tidak dapat kamu lakukan sendiri, mengingat ini membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam mendiagnosis kondisi rem secara keseluruhan. Jalan terbaik adalah kamu membawa kendaraan kamu ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan rem.

Tapi ada beberapa hal yang dapat kamu cek sendiri, yaitu:

– Servis Rem: Komponen rem pada bagian kampas rem dan cakram rem atau tromol rem akan dibersihkan dari kotoran yang disebabkan oleh gesekan antara kampas rem dan cakram.

– Kondisi Sepatu Rem: Bagian ini sangat rentan terhadap karat karena terkena air. Periksalah bagian dudukan rem untuk memastikan sepatu rem dapat menekan kampas rem dengan baik, sehingga menghindari terjadinya gesekan yang kerap menimbulkan bunyi pada saat rem digunakan.

– Minyak Rem: Penggantian minyak rem dilakukan setiap jarak 20 ribu kilometer. Penggantian ini wajib dilakukan secara rutin dan berkala agar kondisi rem tetap terjaga.

 

Oli Mesin

Pengecekan kondisi oli dapat dilakukan pada saat konsisi mesin hidup atau mesin dingin. Parkirlah mobil pada permukaan yang datar, agar kamu dapat mencari dipstick yang biasanya berada di bagian atas mesin. Kamu dapat mencabut dipstick dari lubangnya, kemudian kamu dapat membersihkan ujungnya memakai tisu atau kain lap. Celupkan lagi ke dalam mesin, lalu cabut kembali. Dipsticknya jangan dibalik agar dapat diketahui oli berada di level mana.

Sebenarnya, yang bagus adalah antara bagian F dan E. Jangan lebih dari F, karena nanti dapat menganggu kinerja mesin. Jika di bawah E, jangan langsung ditambah. Kamu dapat memeriksanya lebih dahulu, apakah ada yang bocor atau ada gangguan di sistem pembakaran. Dan jika ditambah, apakah kurang dari 1 liter. Saat melihat oli di dipstick, lihat juga bagian warnanya. Jika berwarna gelap, maka oli itu sangat kotor.

Dan kamu dapat mencocokkan dengan jadwal penggantian oli. Jika jadwal penggantian oli masih cukup lama tetapi oli sudah sangat kotor, Itu berarti ada masalah juga. Warna dipstick dibuat terang supaya warna oli juga bisa kelihatan. Yang paling penting untuk diingat adalah adanya catatan yang gampang dilihat dan kapan oli itu harus diganti dengan memakai hitungan kilometer atau waktu.

 

Air Radiator

 

Periksalah kondisi dari air radiator  jangan sampai kurang Saat kamu hendak menguras, mengisi kembali, atau menambahkan air radiator, ada beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan :

Pertama, buka baut pembuangan radiator yang berada di bawah radiator. Tunggulah sampai semua air yang ada di radiator dan mesin terbuang.

Kedua, tutup kembali baut pembuangan radiator dan buka baut buang angin. Kemudian, isilah air radiator dengan cairan pendingin radiator (radiator coolant) sampai keluar melalui baut buang angin.

Ketiga, Tutup baut buang angin dan biarkan tutup radiator terbuka. Dengan posisi AC yang mati, cobalah hidupkan mesin sampai temperaturnya mencapai suhu ideal, yaitu ketika jarum temperatur menunjuk setengah dan kipas radiator berputar.

Keempat, jika volumenya berkurang, tambahkan air hingga batas maksimal, lalu tutup kembali radiatornya. Kelima, ceklah tangki cadangan. Kalau ternyata kotor, kuraslah dan isi kembali dengan cairan radiator coolant yang baru, sampai batas maksimum. Kencangkan tutup radiator dan tutup reservoir.

Terakhir, pada saat pertama kali mengendarai mobil setelah pengurasan air radiator, cek kembali volume air radiator di tangki cadangan, tambahkan jika kurang. Untuk menambahkan air radiator, sebaiknya jangan menggunakan air biasa karena akan mempermudah terjadi karat di saluran air. Kecuali kalau kamu berada dalam kondisi darurat, kami bisa mengisi air radiator dengan air biasa. Setelah kondisinya normal, kuraslah airnya dan isi kembali dengan radiator coolant.

 

Cek Mesin Secara Keseluruhan

 

Cek keseluruhan mesin mobil kamu. Apa ada yang bocor? Apakah terminal beterainya bersih? Apakah drive beltnya terlihat sudah rusak? Jika sabuk atau drive belt terlihat retak dan tergores parah, gantilah sebelum kamu memulai perjalanan. Cek kembali semua cairan mobil.

images-9

Kecelakaan di jalan raya bukan saja terjadi karena masalah yang besar, seperti melanggar lalu lintas. Hal yang kecil, seperti tidak rutinnya diservis juga bisa menjadi penyebab kecelakaan. Kamu juga perlu menyiapkan asuransi mobil sebagai perlindungan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

 

 

Rekomendasi Info Harga Promo dan Spesifikasi Dealer Resmi Mobil Toyota Avanza – Innova – Fortuner – Agya – Rush – Sienta – Yaris Medan – Sumatera Utara – Aceh

Silahkan Hubungi Kami : 

0853-7325-1618

 

 

unnamed (1)

PT. Deltamas Surya Indah Mulia

JL. Balai Kota No. 2 A Medan