Mobil Matic ngeden dan gak bisa ngebut

Bagi masyarakat yang tinggal di kota besar yang lalu lintas nya macet luar biasa. Mobil yang bertransmisi otomatis merupakan pilihan yang tepat, mengemudi lebih nyaman karena ketika melintas di jalanan yang macet kita tidap perlu untuk bersusah payah injak kopling, ataupun over transmisi.

Tapi kenyamanan yang kita lalui di jalanan macet tersebut akan berubah ketika kita sedang bepergian ke luar kota atau pun jalan tol yang sepi, ketika di saat kita membutuhkan akselerasi yang optimal yang terjadi malah mobil matic kita ngenden tidak bisa ngebut. Laju kendaraan seperti tertahan dan tidak maksimal.

Banyak konsumen akhir-akhir ini mengeluhkan mobil bertransmisi otomatis/matic-nya loyo atau tidak bertenaga. Nggak bisa diajak lari, bahkan terasa mengedan alias tarikannya berat.

Pedal gas sudah diinjak dalam, tapi mobil lambat merespon. Saking lambatnya, meski pedal gas sudah diinjak sampai mentok, mobil tetap tidak mau berakselerasi. Pertambahan kecepatan ada, tapi sangat sulit. Susah payah.

Sebelum kita bahas lebih dalam mengenai faktor penyebab mobil matik tidak bisa ngebut, bagi anda yang ingin mengetauhi Promo September Ceria 2019 Dp Paling Murah mobil Toyota silahkan langsung klik aja artikel dibawah ini :

Promo Ceria September 2019 Toyota Deltamas

.

.

Jangankan bermimpi bisa meraih kecepatan puncak (top speed) saat melaju di jalan bebas hambatan. Sekadar bisa mencapai kecepatan 140 km/jam saja susahnya minta ampun. Bahkan dalam beberapa kasus, kecepatan 100 km/jam susah didapat. Begitu juga ketika mencoba melakukan kickdown (menginjak pedal gas dalam secara tiba-tiba), perpindahan gigi otomatis ke posisi gigi yang lebih rendah tidak terjadi.

Kalaupun bisa responnya sangat lambat. Parah lagi kalau kebetulan mobil sedang diajak pergi jauh, atau melintasi jalanan dengan turunan dan tanjakan terjal. Bisa-bisa mobil tidak mampu menanjak, dan musti didorong. Kalau mobil matic sudah loyo begitu, tidak lagi menyenangkan.

Mengemudikan mobil matic tidak lagi menjadi pengalaman menggembirakan. Yang terjadi setiap saat hati kita dirundung ketidaknyamanan. “Jangan-jangan nanti mobilnya mogok di jalan. Terdampar! Musti diderek! Bisa nggak ya saya sampai ke tujuan?

Kalau sampai telantar di tengah jalan bagaimana? Gimana kalau pas di tengah hutan?” Berderet-deret pertanyaan muncul di kepala kita. Hati tambah khawatir. Tapi kekhawatiran saja tidak akan bisa mengobati masalah yang terjadi pada mobil matic kita. Penyebab matic berat Dalam kondisi mobil normal, mesin dan transmisi matic bagus, umumnya tenaga mesin akan tersalur sempurna ke roda. Kalaupun terjadi kehilangan tenaga, untuk mobil-mobil dengan transmisi matic terbaru, paling besar di kisaran 2 persen.

Artinya, sekalipun kita menggunakan mobil matic, selisih konsumsi BBM dengan mobil bertransmisi manual idealnya tidak jauh berbeda. Bahkan dalam kondisi tertentu, konsumsi BBM mobil matic bisa lebih hemat dari mobil manual. Karena sistem perpindahan gigi otomatisnya lebih terukur, pada putaran dan beban mesin yang tepat.

Berbeda dengan mobil manual yang waktu perpindahannya sangat subyektif, sehingga dampak ke konsumsi BBM menjadi sangat relatif. Mengapa mobil matic ngeden? Itu terjadi karena tenaga mesin ke roda tidak tersalur secara sempurna, dengan toleransi kehilangan tenaga seperti kondisi ideal.

Tapi bisa jadi tingkat kehilangan tenaga mesin ke roda lebih banyak. Apa yang terjadi kemudian? Karena tenaga mesin tidak tersalur sempurna, konsumsi BBM jadi lebih boros. Idealnya untuk RPM 2.000 (jarum RPM di angka 2) misalnya, dalam kondisi jalan datar bebas hambatan mobil bisa melaju dengan kecepatan 80 km/jam.

Karena tenaga sebagian hilang maka mobil hanya bisa melaju dengan kecepatan 40 – 60 km/jam untuk RPM yang sama. Artinya butuh ekstra RPM untuk menambah kecepatan mobil sampai pada posisi 80 km/jam. Ekstra RPM diwujudkan dalam bentuk menekan pedal gas lebih dalam, putaran mesin lebih tinggi, mesin lebih meraung tapi output dalam bentuk laju kecepatan mobil sama saat dalam kondisi normal RPM di posisi 2.000. Gampangnya dalam kondisi normal, dengan RPM 2.000 mobil bisa melaju hingga 80 km/jam.

Namun dalam kondisi transmisi matic tidak normal, untuk mencapai kecepatan 80 km/jam di jalan bebas hambatan butuh RPM di atas 2.000. Bisa 3.000 atau bahkan 5.000. Padahal untuk menambah RPM, pedal gas harus diinjak lebih dalam. Saat pedal gas diinjak lebih dalam, konsumsi BBM jadi lebih besar. Dalam kondisi yang sudah sangat parah, bisa saja mobil sama sekali tidak mau berjalan.

Kalaupun mau jalan sangat berat. Meraung-raung. Masalah tenaga mesin yang hilang dan tidak tersalur sempurna itu karena banyak hal.

Problem sekundernya bisa karena pengaruh kerja kopling (clutch) yang tidak bagus. Tapi clutch sendiri, pada saat tertentu bisa menjadi problem primer. Di luar itu masih banyak problem lain yang menyertainya. Bisa karena terjadi kegagalan sistem kerja mekanis, kelistrikan dan computerized. Atau bisa karena terjadi gangguan sistem kerja mekanis, akibat terganggunya sistem kelistrikan dan computerized.

Butuh diagnosa yang lebih hati-hati dan akurat, agar perbaikan transmisi matic tepat sasaran dan hemat biaya. Jangan sampai mengganti komponen yang tidak seharusnya diganti

. “Mobil matic boros, kantong bolong”

Informasi Harga Promo dan Cicilan Kredit serta Spesifikasi Mobil Baru Avanza – Innova – Fortuner – Agya – Rush – Sienta – Yaris 

.

Rekomendasi Dealer Resmi Toyota Medan – Sumatera Utara – Aceh 

Silahkan Hubungi Kami : 

0853-7325-1618

PT Deltamas Surya Indah Mulia

JL. Balai Kota No. 2 A Medan