Dilema Kegagalan dalam Upaya Membunuh Avanza

Persaingan pasar Otomotif dikelas Low Mpv sangat menggiurkan bagi para pelaku industri otomotif khususnya di Indonesia.

 

Lahirnya Toyota Avanza selaku pemain di kelas MPV Low terwujud karena krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1998 – 1999 yang mengakibatkan harga dari Kijang Innova naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya. Keadaan tersebut memaksa Pihak Toyota Astra Motor berpikir keras untuk mencari pengganti posisi Toyota Kijang sebagai mobil impian keluarga Indonesia.

Johnny Dharmawan yang saat itu menjabat Direktur Toyota Astra Motor disebut sebut sebagai orang paling berjasa demi lahirnya Toyota Avanza,  maka terciptalah Mobil Sejuta Umat yang sering disebut – sebut untuk gelar dari mobil ini, sejak itulah maka perang di segmen low Mpv ini dimulai.

 

Nissan Grand LIvina yang terlebih dahulu mencoba meruntuhkan dominasi Avanza , tetapi karena terkendala Ground Cleareance nya yang rendah membuat konsumen ragu, karena infrastruktur di Indonesia ini masih banyak jalan yang berlubang sehingga mereka takut mentok ketika melewati jalan yang berlubang. Selain itu alasan dari harga jual kembalinya yang berbeda jauh dengan Avanza membuat konsumen semakin ragu untuk menjatuhkan pilihan.

Selanjutnya di tahun 2012, mencoba peruntungan untuk mencoba menghentikan dominasi Toyota Avanza yaitu Suzuki Ertiga, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) saat pertama kali diluncurkan menembus angka 34.074 unit berbeda jauh dengan Avanza pertama kali diluncurkan menembus angka 192.146 hampir tiga kali lipatnya.

Ditahun yang sama Chevrolet Spin juga mencoba peruntungan bersama – sama dengan Suzuki Ertiga untuk menjatuhkan dominasi Avanza, namun Chevrolet Spin inilah yang lebih dulu mundur dari pertarungan di kelas Low MPV, dikarenakan konsumen di Indonesia masih ragu dengan ketersediaan spare part dan belum terbiasa dengan mobil eropa.

Rencana untuk membunuh Dominasi Avanza di persaingan segmen Low MPV ini terus bergulir namun penjualan Suzuki Ertiga tidak pernah melampaui penjualan Avanza penjualannya hanya seperempat dari penjualan Avanza.

Pertarungan tersebut berlanjut di tahun 2014 kala itu dari Honda Prospect Motor dengan nama Mobilio yang dipastikan akan menjatuhkan dominasi Avanza, namun apa yang terjadi ketika penjualan mobilio menembus angka 79.288 penjualan Avanza malah tercatat di angka 162.070.

Ditahun 2017 ini pertarungan Low MPV nampaknya akan kembali ramai dengan hardir nya penantang dari Negeri Tirai Bambu yaitu Wuling confero dan satu lagi penantang dari Pabrikan yang terkenal untuk mobil comercial , yaitu Mitsubishi dengan mengusung nama Expander.

Kita semua berharap bahwa dengan hadirnya penantang di kelas Low MPV di tahun ini membuat semakin maraknya industri otomotif di Indonesia dengan berbagai pilihan yang ditawarkan  bukan dijadikan persaingan yang saling menjatuhkan Satu sama lain.

 

 

 

Rekomendasi Info Harga Promo Kredit dan Spesifikasi Dealer Resmi Mobil Baru Toyota Avanza – Innova – Fortuner – Agya – Rush – Sienta – Yaris – Medan – Sumatera Utara – Aceh 

Silahkan Hubungi Kami : 

0853-7325-1618